Selasa, 04 September 2012

fenomena semester 5

assalamu'alaykum wr wb

hai hai apa kabar sahabat alman27, semoga rahmat Allah senantiasa tercurah kepada sahabat semuanya.
Oke, saya akan menulis tentang fenomena semester 5. khususnya yang terjadi di jurusan yang saya ambil.

tahun 2012, jurusan teknik sipil tempat kuliah saya menerapkan kurikulum baru.  kurikulum ini menggantikan kurikulum lama yang beberapa tahun yang lalu sudah ada. tahun 2012 merupakan tahun peralihan, jadi sudah menerapkan kurikulum baru dengan mengadopsi kurikulum yang lama. lantas, apa perbedaan antara kurikulum baru dan lama? 



oke, perbedaan kurikulum baru dan lama adalah terletak pada mata kuliah yang ada pada tiap semester. ambil contoh : perkerasan jalan raya (PJR) yang seharusnya masuk pada semester 6, pada kurikulum baru masuk ke semester 5. otomatis ada penambahan jumlah SKS (satuan kredit semester) di semester 5. parahnya lagi, ada juga mata kuliah yang seharusnya masuk ke semester 5, malah turun ke semester 3, otomatis pula terjadi penambahan jumlah SKS. Nah... sekarang mau tahu jumlah SKS semester 5? yap.. jumlahnya adalah 25 SKS. jumlah yang overload karena seharusnya berjumlah maksimal 24 SKS tiap semester. 

awalnya banyak yang mengeluh karena jumlah sks yang banyak itu. bayangin bagaimana nanti, apakah bisa melewati 25 sks dengan beberapa tugas yang mengikuti mata kuliah tertentu. tapi, lambat laun, teman seperjuangan teknik sipl akhirnya menerima dengan optimis. berharap mereka bisa melewati semester 5 dengan selamat...haha (ane juga berharap seperti itu). 

menurut saya sendiri, ada banyak keuntungan semester 5 berjumlah 25 sks. pertama, peraturan pengambilan maksimal sks untuk IPK yang kurang dihilangkan. jadi bagi yang memiliki IPK tidak memenuhi syarat bisa mengambil sks secara penuh. itu artinya, jurusan membuka seluas - luasnya perbaikan IPK bagi yang memliki IPK kurang. kedua, beban sks pada semester berikutnya (semester 6) berkurang jauh. normalnya semester 6 ada 22 sks, sekarang berkurang menjadi 16 sks, dipotong PJR 3 sks dan irigasi bangunan air 3 sks. disini saya berkesimpulan, jurusan memang sengaja mengurangi jumlah sks di semester kritis (6,7,8) untuk memberi kesempatan mahasiswa untuk fokus mengulang mata kuliah yang tidak lulus, fokus ke kuliah praktek, fokus ke skripsi, fokus ke pengembangan softskill (organisasi, bahasa Inggris, Bahasa Jepang, dll). dan lain sebagainya.

oke cukup sekian tulisan saya, memang setiap hal yang kurang menyenangkan, dibalik itu terselip bau wewangian yang menyegarkan. hanya orang - orang yang mau bersabar dan merenungkan diri yang mampu mencium bau wangi itu..

sekian.. sayonara mata...

2 komentar: